sekarang aku sendirian, terbaring di atas tilam (kasur) empukku. merasakan panasnya sengatan mentari yang menembus atap kost2an Kalimutu, ya hari yang cukup panas. sudah itu ditambah lagi aku berada di lantai dua tentunya hawa panas itu kian memanggangku., tetesan keringatku keluar begitu mudahnya, huuuuuuahhhh panas. cuaca ini mnyebabkan kondisi tubuh ikut2an memanas, keringat di hidungpun ikut2an mengalir dengan derasnya... ya sekarang aku lagi sakit panas, kepalaku serasa pecah dibuatnya. malam2 ku akhir2 ini serasa lebih panjang untuk dilalui, karena memang hal itu membuat aku terjaga dan sulit untuk tidur., he he
untungnya, biarpun tak ada yang mengetahui kondisi ku yang sebenarnya. tetap saja banyak yang menaruh perhatian kepadaku, misalkan saja sahur gratis, ada saja yang membawakan makanan untuk bersantap sahur (terimakasih kawan: ketum supianto juga ketum fitriyandhi serta kaum langgar asySyuhada) sudah itu full satu bulan saya tak perlu memikirkan makanan/memasak untuk berbuka puasa karena langgar/mesjid sudah menyediakan untuk berbuka puasa., juga undangan kawan2 untuk BuBer, he he terimakasih kawanku semuanya.
untuk MI, saya minta maaf karena untuk kegiatan bulan puasa tidak bisa ikut serta berperan.,,, ada saja alasan untuk tidak hadir kesana,, kepada bapa KepSek serta Dewan guru saya mohon maaf...
aku cukup bahagia di sini biarpun sendirian terpisah dengan Ortu sementara waktu di Perantauan. karena begitu banyak sahabat2 yang masih berkenan untuk mengisi kekosonganku, biarpun terkadang aku merasa kesepian dan merasa sakit karena berharap lebih dari ini semua,. ya aku mengharap ada seseorang yang benar2 mengerti, memahami, menerima aku apa adanya yang juga setia menemaniku kapanpun., tapi tanpa aku sadari sebenarnya sahabatku semua telah melakukan semuanya untukku.., nafsu manusiawikulah yang tak menyadarinya,,. terimakasih kawan ku semua...
untuk MI, saya minta maaf karena untuk kegiatan bulan puasa tidak bisa ikut serta berperan.,,, ada saja alasan untuk tidak hadir kesana,, kepada bapa KepSek serta Dewan guru saya mohon maaf...
aku cukup bahagia di sini biarpun sendirian terpisah dengan Ortu sementara waktu di Perantauan. karena begitu banyak sahabat2 yang masih berkenan untuk mengisi kekosonganku, biarpun terkadang aku merasa kesepian dan merasa sakit karena berharap lebih dari ini semua,. ya aku mengharap ada seseorang yang benar2 mengerti, memahami, menerima aku apa adanya yang juga setia menemaniku kapanpun., tapi tanpa aku sadari sebenarnya sahabatku semua telah melakukan semuanya untukku.., nafsu manusiawikulah yang tak menyadarinya,,. terimakasih kawan ku semua...